Aku adalah manusia biasa yang sudah terbiasa dengan keadaan yang biasa-biasa saja. Hidup bersahaja, waktu sekolah sebagai siswa yang biasa (tanpa prestasi baik akademik maupun non akademik), dari orang tua yang biasa-biasa saja. Sekarangpun sebagai karyawan yang biasa-biasa saja tanpa pangkat dan jabatan. Beristri dari orang biasa yang bukan pejabat maupun tokoh masyarakat. Telah lahir dua anak yang biasa-biasa saja. Mertua juga orang biasa-biasa saja. Karena serba biasa akhirnya terbiasa dengan kondisi yang biasa-biasa saja.
Tetapi bukan berarti aku menyesali hidup ini karena aku selalu mensyukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah dan aku tetap jalani hidup ini dengan melakukan yang terbaik (d’Masiv).
Demikian sekelumit kisah dari manusia biasa yang sudah terbiasa dengan keadaan yang biasa-biasa saja.
Posted by kang ian on June 13, 2010 at 1:04 pm
hahaha…aya aya wae..mau sampe kapan jadi manusia biasa?
Posted by manusia b1454 on June 13, 2010 at 1:18 pm
sampai jadi manusia luar biasa kang
Posted by kang ian on June 16, 2010 at 3:27 pm
haha nah bagus
jangan puas dengan jadi manusia biasa..tul?
Posted by Meliana Aryuni on June 13, 2010 at 2:58 pm
Emang biasa yg seperti apa sih yg disebut manusia biasa
Posted by manusia b1454 on June 13, 2010 at 8:05 pm
yang tdk punya prestasi dan talenta apapun
Posted by mila on June 14, 2010 at 10:39 am
salam kenal…
terimakasih kunjungnnya di blog saya
Posted by manusia b1454 on June 14, 2010 at 10:59 am
sama-sama
Posted by bundadontworry on June 17, 2010 at 7:50 am
salam kenal Mas.
terimakasih utk kunjungannya ke blog bunda yang seadanya .
bunda kok gak percaya kalau Mas ini biasa2 saja,.
pasti ortu nya Mas juga bukan biasa2 saja, beliau berdua adalah ortu yg luar biasa yang mempunyai anak yg juga luar biasa dgn segala kelebihan dan kekurangannya.
Demikianlah setidaknya kita menyikapi suatu keberkahan dr Allah swt .
Sukses selalu ya Mas
salam
Posted by manusia b1454 on June 17, 2010 at 8:40 am
terima kasih bunda atas kunjungannya. Aku menyebut manusia biasa karena aku bukan seorang pejabat, tokoh, artis, dan tidak mempunyai kelebihan apapun. Hidup mengalir bagai air. Demikian pula ortu aku