Nonton Piala Dunia ke Afsel

Gegap gempita piala dunia di Afrika Selatan semakin menggema dengan dibukanya secara resmi di Johannesburg. Stadion yang berkapasitas hampir 90.000 orang penuh sesak manusia penggila bola dari berbagai belahan dunia. Aku adalah segelintir orang yang sangat beruntung bisa menyaksikan langsung di stadion yang sangat megah ini. Walaupun aku manusia biasa-biasa saja tetapi bisa berangkat ke Afrika Selatan dengan tiket masuk di tangan. Sungguh ini pengalaman yang luar biasa bagi seorang manusia biasa-biasa saja. Dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata aku siap mengelu-elukan tim kesayangan.

Tentunya jauh-jauh ke negaranya Nelson Mandela tidak aku sia-siakan untuk all out mendukung tim kesayangan. Aku yakin tim kebangganku akan dapat menjuarai tahun ini dan perjalananku tidak akan sia-sia. Optimisme yang begitu besar tidak mengada-ada karena tim kesayanganku adalah tim terhebat di jagat raya ini. Ketika pertandingan akan dimula hatiku berdebar-debar. Detak irama jantungku jadi tak menentu menunggu tim berkaos merah putih dengan garuda di dada masuk stadion. Begitu masuk aku bersorak kegirangan menyambut laskar merah putih. Begitu girangnya tiba-tiba……….. gedubrak…!!! aku terjatuh.

Begitu bangun rupanya jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, padahal aku belum sholat subuh. oo…ladalah, ternyata aku hanya mimpi to!. Nasib-nasib, tim merah putih ikut piala dunia kok hanya dalam mimpi. Tiwas seneng aku. Tapi semangatku tidak pernah padam. aku setel tv aku cari jadual pertandingan Indonesia kapan ya?. Ee ternyata memang tidak ada.

Apa perlu aku tidur lagi supaya Indonesia ada?. terus apa aku nggak perlu kerja, tidur terus sampai final. Siapa yang mau? Pengurus PSSI saja belum tentu mau. Baru tidur seharian saja badan sudah terasa pegal-pegal, kepala pusing. Apalagi tidur sampai final. Emang aku ini siapa? Aku ini manusia biasa-biasa saja, bukan presiden, bukan menteri olahraga, bukan pengurus PSSI, bukan ketua KONI. Apa urusannya? Begini saja aku sudah bersyukur. Paling tidak Indonesia bisa masuk walaupun hanya mimpi. Sudah beruntung daripada mimpipun tidak masuk.

Kalau seluruh rakyat Indonesia yang gila bola ingin Indonesia masuk, ayo kita tidur dan mimpi bareng-bareng. Gampang kan?  GITU AJA KOK REPOT ! (kata Gus Dur Alm.)

Advertisements

16 responses to this post.

  1. selamat atas kejuaraan yang dicapai

    Reply

  2. say koq gak hobi nonton bola yah 😦

    Reply

  3. jagoin Inggris pokoknya …

    Reply

  4. malem ni tidurnya mimpiin INdonesia jadi juara piala dunia ya… 😀

    Reply

  5. Dukung terus Indonesiaku…

    Reply

  6. Posted by julianusginting on June 15, 2010 at 12:53 pm

    hahaha…kebetulan untuk seperti itu aq malas bermimpi mas..hahahaa

    Reply

  7. sama mas, lebih baik mimpi basah aja he…he ……….

    Reply

  8. wah sayang sekali kalo mimpi2 iru hanya sebatas mimpi tapi ga berusaha diwujudkan

    Reply

  9. butuh manusia luar biasa untuk bisa mewujudkan

    Reply

  10. Posted by rainbroccoli on June 17, 2010 at 2:53 pm

    Mimpi yang luar biasa !!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: